Cerita sex Panas Gangbang Dengan Polwan Briptu Lisa

Butuh Sex Kategori : Cerita Dewasa Sex Perkosaan 2016 "Cerita Dewasa Gangbang Bersama Briptu Lisa", Cerita Sex Suster 2016, Cerita Dewasa Sex Tante terbaru, Cerita Sex Bispak Terbaru, Cerita Sex Skandal 2016, Foto Cewek Bugil 2016, Foto Cewek Hot Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016,
Butuhsex kali ini mengisahka seorang Polwan Malang yang Diperkosa oleh 9 penjahat. Musibah ini berawal dari penagkapan kepala Gengster yang bernama Frengky oleh Briptu Lisa karena suatu kasus. Singkat cerita sampai pada waktu itu Frengky terlepas dari jeratan hukum dan berniat membalas dendam kepada Briptu Lisa. Sampai pada akhirnya dendam Frenky-pun terwujud dengan cara memperkosa Briptu Lisa bersama teman-temannya. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

Butuhsex.com | Cerita Dewasa Gangbang Bersama Briptu Lisa | Cerita Sex Suster 2016, Cerita Dewasa Sex Tante terbaru, Cerita Sex Bispak Terbaru, Cerita Sex Skandal 2016, Foto Cewek Bugil 2016, Foto Cewek Hot Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016,

Sebut saja Alisa namanya, dia adalah seorang Polwan berpangkat Briptu dan umurnya baru 21 tahun. Polwan ini panggilan akrabnya adalah Lisa, sebagai polwan dia terBanguk polwan yang memiliki paras yang cantik. Selain cantik Briptu Lisa juga mempunyai postur tubuh yang proposional, berkulit putih. Bibirnya yang merah merona melengkapi tubuhnya Seky dan padat.

Teman-teman seprofesinya sering mengatakan bahwa dia mirip artis Claudia Cintia Bella mantan seorang artis muda terkenal itu. Teman-teman seprofesinya sebenarnya sangat menyayangkan kalau Lisa ini menjadi sebagai seorang Polwan, padahal dia lebih cocok menjadi seorang foto model atau seorang artis sinetron. Maklum saja mereka mengatakan seperti itu, karena memang Lisa ini Polwan yang memiliki perawakan yang cukup untuk seorang seorang foto model atau artis sinetron.

Dengan berat badan 60 kg, tinggi badan 180 cm terlihat sangat ideal sekali. Ditambah lagi dia mempunyai ukuran BH 34B, ukuran payudaranya menambah nilai plus untuk penampilannya. Lisa semakin menggeBangkan, ketika dia mengenakan seragam dinas Polwan dengan rok dan baju seragam khas Polri. Seragamnya yang berukuran ketat membuat garis CD (celana dalam) Lisa terlihat jelas dibalik rok yang menutupi pantat Lisa yang semok sekali. Dibalik rok ketatnya, ketika dia berjalan dijamin goyangan pantatnya bakal membuat kaum lelaki bakal ereksi.

Sampai ketika pada suatu malam, kira-kira sekitar jam 22.00 Lisa berjalan sendirian untuk pulang menuju Ke asrama polisi yang jarak tempuhnya hanya ½ Km dari kantor tempat dinas-nya. Ketika itu Lisa merasa tubuh-nya terasa letih karena hari ini bekerja lembur. Dia merasa sekujur tubuhnya terasa lengket karena keringat yang membasahi seragam dinas Polri-nya.

Tibalah Alisa pada jalan pintas menuju ke Asrama yang biasa dia lewati. Tetapi ketika dia ingin melangkahkan kakinya ke jalan pintas itu, dengan tiba-tiba sebuah mobil berkaca film gelap memotong dan berhenti berhenti di depannya. Belum s4 dia menenangkan diri akbat kaget, keluar lah 2 pemuda berbadan besar dari pintu mobil itu, kemudian 2 pemuda itu menyekap dan membawa Briptu Lisa kedalam mobil itu. Briptu Lisa yang ketika itu tidak berdaya hanya bisa meronta, Jangankan untuk melawan untuk berteriak saja tidak bisa.

Sampai pada akhirnya dia berada di dalam mobil tersebut, ternyata ada 4 orang Laki-laki. Briptu Lisa diancam untuk tidak berteriak dan bertindak macam-macam, sementara mobil itu terus melaju dengan kencangnya. Sesaat merasa heran dan shock kenapa dia tiba-tiba disekap oleh mereka, dan ketika itu Lisa duduk di Jok tengah dan dihimpit pleh 2 orang Laki-laki besar tadi.

Didalam mobil mereka berusaha melecehkan Polwan malang itu, dengan cara meraba-raba paha Lisa. Ke 2 lelaki tersebut mulai bergantian meraba-raba paha mulus Briptu Lisa. Karena Lisa adalah seorang Polwan tindakan pecehan itu-pun mulai dilawan oleh naluri Polwanya, dan Lisa kini-pun mencoba melakukan perlawanan kepada ke 2 laki- laki itu. Tapi percuma saja Lisa melakukan perlawanan, Karena saat dia mencoba melawan, lelaki yang duduk di belakang Lisa memukul bagian leher belakang lisa. Lisa-pun kemudian tidak sadarkan diri akibat pukulan tadi.

Ke 2 tangan Briptu Alisa diikat ke belakang dengan tali tambang hingga dadanya yang montok dan Bangih dilapisi seragam Polwan itu mencuat ke depan. Sementara itu selama dalam perjalanan Ke 2 orang Laki-laki yang menghimpitnya itu memanfaatkan kes4an dengan bernafsu menyingkap rok seragamnya Alisa sampai sepinggang. Setelah itu Ke 2 belah kakinya dibentangkan lebar-labar ke kiri dan kanan sampai akhirnya tangan-tangan nakal Ke 2 lelaki tersebut dengan leluasa bergerilia ke bagiam CD ( celana dalam ) Alisa, kemudian dengan bernafsu mengusap-ngusap Vagina Briptu Alisa.

Samapai pada akhirnya sampailah mereka di sebuah rumah besar yang sudah lama tidak dAdonpati di suatu daerah sepi. Mobil langsung Banguk ke dalam dan garasi langsung ditutup rapat-rapat. Kemudian Alisa yang Bangih pingsan itu langsung diangkat oleh 2 orang yang tadi menghimpitnya Banguk ke dalam rumah tersebut. Rumah tersebut kelihatan sekali tidak terawat dan kosong, Tetapi di tengah-tengahnya terdapat satu sofa besar yang telah lusuh.

Ternyata di sana sudah menunggu kurang lebih sekitar 5 orang Laki-laki lagi, jadi total di sana ada sekitar 9 orang lelaki. Mereka semua berperangai sangar, badan mereka rata-rata dipenuhi oleh tatto dan lusuh tidak terawat, sepertinya mereka jarang merawat diri. Briptu Alisa kemudian didudukkan di sebuah kursi sofa panjang di antara mereka.

" Wow betapa cantiknya Polwan ini, " guman beberapa lelaki yang menyambut kedatangan rombongan penculik itu sambil memandangi tubuh lunglai Alisa.

Tiba-tiba salah seorang dari mereka memberi perintah,

" Gor.., ambilikan air, cepat… !!! " ujar salah satu orang,

Seseorang bernama Tagor segera keluar ruangan dan tidak lama kemudian datang dengan seember air.

" Ini Frenk.., " ujar Tagor.

Frenk yang berbadan tegap dan berambut panjang terkuncir itu berdiri dan menyiramkan air pelan-pelan ke muka Briptu Alisa. Beberapa saat kemudian, ketika sadar Polwan cantik itu terlihat sangat terkejut melihat suasana di depannya,

" Kamu… " katanya seraya menggerakkan tubuhnya, dan dia sadar kalau tangannya terikat erat.

Kali ini Frenky tersenyum, dengan senyum kemenangan da n dendamnya,

" Mau apa kamu..! " Briptu Alisa bertanya setengah menghardik kepada Frenk.

" Jangan macam-macam ya, saya anggota polisi..! " lanjutnya lagi.

Frenk hanya tersenyum,

" Silakan saja teriak, nggak bakal ada yang dengar kok. Ini rumah jauh dari mana-mana, " kata Frenk.

" Asal tau aja, begitu urusan Gue di Polda waktu itu beres, Lo udah jadi incaran pertama Gue waktu itu, " sambungnya.

Sadar akan posisinya yang terjepit, keputusasaan pun mulai terlihat di muka Polwan itu, mukanya yang cantik sudah mulai terlihat memelas memohon iba. Tetapi kebencian di hati Frenk Bangih belum padam, terlebih-lebih dia Bangih ingat ketika Briptu Alisa membekuknya saat dia beraksi melakukan pencopetan di dalam sebuah pasar. Tetapi karena bukti yang kurang, saat diproses di Polda Frenk pun akhirnya dibebaskan. Hal inilah yang membuat Frenk mendendam dan bertindak nekat seperti ini.

Memang di kalangan dunia kriminal nama Frenk cukup terkenal. Laki-laki yang berusia 45 tahun itu sering keluar Banguk penjara lantaran berbagai tindak kriminal yang telah dibuatnya. Tindakannya seperti mencopet di pasar, merampok pengusaha, membunuh sesama penjahat. Kejahatan terakhir yang belum semat terlacak oleh polisi yang dia lsayakan beberapa hari yang lalu adalah merampok dan memperkosa korbannya, yaitu seorang ibu muda yang berusia sekitar 26 tahun, istri dari seorang pengusaha muda yang kaya raya. Ibu itu sendirian di rumahnya yang besar dan mewah karena ditinggal suaminya untuk urusan bisnis di Austalia.

" Ampun Bang, maafkan saya, saya waktu itu terpaksa bersikap begitu, " katanya seolah membela diri.

" Ha.. ha.. ha… " Frenk tertawa lepas dan serentak lelaki yang lainnya pun ikut tertawa sambil mengejek Briptu Alisa yang duduk terkulai lemas.
" Hei Polwan goblok, Gue ini kepala preman sini tau! Lo nangkep Gue sama aja bunuh diri! " ujar Frenk sambil mengelus-elus dagunya.
" Sekarang Lo musti bayar mahal atas tindakan Lo itu, dan Gue mau kasih Lo pelajaran supaya Lo tau siapa Gue, " sambungnya.

Briptu Alisa pun tertunduk lemas seolah dia menyesali tindakan yang telah diambilnya dulu, airmatanya pun mulai berlinang membasahi mukanya yang cantik itu. Tiba-tiba, " BUKK., " sebuah pukulan telak menghantam pipi kanannya, membuat tubuh Alisa terlontar ke belakang seraya menjerit. Seorang lelaki berkepala botak telah menghajar pipinya, dan " BUKK " sekali lagi sebuah pukulan dari si botak menghantam perut Alisa dan membuat badannya meringkuk menahan rasa sakit di perutnya.

" Aduh.., ampun Bang.. ampunn.., " ujar Alisa dengan suara melemah dan memelas.

Frenk sambil melepaskan baju yang dikenakannya berjalan mendekati Alisa, badannya yang hitam dan kekar itu semakin terlihat seram dengan banyaknya tatto yang menghiasi sekujur badannya.

" Udah Ton, sekarang Gue mau action, " ujar Frenk sambil mendorong Toni si kepala Botak yang menghajar Alisa tadi.

Tidak perduli dengan pembelaan diri Alisa, Frenk dengan kasarnya menyingkapkan rok seragam Polwan Alisa ke atas hingga Ke 2 paha mulus Alisa terlihat jelas, juga CD ( celana dalam ) putihnya. Alisa menatap Frenk dengan ketsayatan,

" Jangan, jangan Bang… " ucapnya memelas seakan tahu hal yang lebih buruk akan menimpa dirinya.

Kemudian, dengan kasar ditariknya CD ( celana dalam ) Alisa sehingga bagian bawah tubuh Alisa telanjang. Kini terlihat gundukan Vagina Alisa yang ditumbuhi bulu-bulu halus yang tidak begitu lebat, sementara itu Alisa menangis terisak-isak.

Para lelaki yang berada di sekitar Frenk itu pun pada terdiam mLongo melihat indahnya Vagina Polwan itu. Untuk sementara ini mereka hanya dapat melihat ketua mereka mengerjai sang Polwan itu untuk melampiaskan dendamnya.

Kini Frenk memposisikan kepalanya tepat di hadapan selangkangan Alisa yang nampak mengeliat-geliat ketsayatan. Tanpa membuang waktu, direntangkannya Ke 2 kaki Alisa hingga selangkangannya agak sedikit terbuka, dan setelah itu dilumatnya Vagina Alisa dengan bibir Frenk.

Dengan rsayas bibir dan lidah Frenk mengulum, menjilat-jilat lubang vagina Alisa. Badan Alisa pun menggeliat-geliat kerenanya, matanya terpejam, keringat mulai banjir membasahi baju seragam Polwannya, dan desahan-dedahan Lisa-pun mulai keluar dari bibirnya akibat ganasnya serangan bibir Frenk di bagian Vaginanya,

" Euhhh… Ssss.. Ahhhh... "

Tidak tahan melihat itu, Tagor dan seorang yang bernama Teguh yang berdiri di samping langsung meremas-meremas payudara Alisa yang Bangih terbungkus seragam itu. Briptu Alisa sesekali nampak berusaha meronta, Tetapi hal itu semakin meningkatkan nafsu Frenk.

Jari-jari Frenk juga meraba secara liar daerah liang Vagina yang telah banjir oleh cairan kewanitaannya dan air liur Frenk. Jari telunjuknya mengorek dan berputar-putar dengan lincah dan sekali-sekali mencoba menusuk-nusuk.

" Aakkh.. Ooughh… " Briptu Alisa semakin keras mengerang-ngerang.

Setelah puas dengan selangkangan Alisa, kini Frenk bergeser ke atas ke arah muka Alisa. Dan kini giliran bibir merah Alisa yang dilumat oleh bibir Frenk. Sama ketika melumat Vagina Alisa, kini bibir Alisa pun dilumat dengan rsayasnya, dicium, dikulum dan memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Alisa.

" Hmmph.. mmph.. hhmmp., " Alisa hanya dapat memejamkan mata dan mendesah-desah karena mulutnya terus diserbu oleh bibir Frenk.

Bunyi decakan dan kecupan semakin keras terdengar, air liur mereka pun meleleh menetes-netes. Sesekali Frenk menjilat-jilat dan menghisap-hisap leher jenjang Alisa.

" Ini waktunya bro…" teriak Frenk yang disambut oleh kegembiraan teman-temannya.
Kini Frenk yang telah puas berciuman berdiri di hadapan Briptu Alisa yang napasnya terengah-engah akibat gempuran Frenk tadi, matanya Bangih terpejam dan kepalanya menoleh ke kiri seolah membuang muka dari pandangan Frenk. Frenk pun membuka celana jeans lusuhnya hingga akhirnya telanjang bulat. Vaginanya yang berukuran
besar telah berdiri tegak mengacung siap menelan mangsa.

Kini Frenk meluruskan posisi tubuh Alisa dan merentangkan kembali Ke 2 kakinya hingga selangkangannya terkuak sedikit kemudian mengangkat Ke 2 kaki itu serta menekuk hingga bagian paha Ke 2 kaki itu menempel di dada Alisa. Hingga Vagina Alisa yang berwarna kemerahan itu kini menganga seolah siap menerima serangan.

Tangis Alisa semakin keras, badannya terasa gemetaran, dia tahu akan apa-apa yang segera terjadi pada dirinya. Frenk pun mulai menindih tubuh Alisa, tangan kanannya menahan kaki Alisa, sementara tangan kirinya memegangi Penisnya membimbing mengarahkan ke lubang vagina Alisa yang telah menganga.

" Ouuhh.. aah.. ampuunn.. Bangs..! " rintih Alisa.

Badan Alisa menegang keras saat dirasakan olehnya sebuah benda keras dan tumpul berusaha melesak Banguk ke dalam lubang vaginanya.

" Aaakkh..! " Alisa mejerit keras,

Dengan matanya yang mendelik, badannya mengejang keras saat Frenk dengan kasarnya menghujamkan Penisnya ke dalam lubang vagina Alisa dan melesakkan secara perlahan ke dalam lubang vagina Alisa yang Bangih kencang dan rapat itu.
Keringat pun kembali membasahi seragam Polwan yang Bangih dikenakannya itu. Badannya semakin menegang dan mengejan keras disertai lolongan ketika Vagina Frenk berhasil menembus selaput dara yang menjadi kehormatan para gadis itu.

Setelah berhasil menanamkan seluruh Penisnya di dalam lubang vagina Alisa, Frenk mulai menggenjotnya mulai dengan irama perlahan-lahan hingga cepat. Darah segar pun mulai mengalir dari sela-sela Vagina Alisa yang sedang disusupi Vagina Frenk itu. Dengan irama cepat Frenk mulai menggenjot tubuh Alisa, rintihan Alisa pun semakin teratur dan berirama mengikuti irama gerakan Frenk.

" Ooh.. oh.. oohh..! " badannya terguncang-guncang keras dan terbanting-banting akibat kerasnya genjotan Frenk yang semakin bernafsu.

Setelah beberapa menit kemudian badan Frenk menegang, Ke 2 tangannya semakin erat mencengkram kepala Alisa, dan akhirnya disertai erangan kenikmatan Frenk berejsayalasi di rahim Briptu Alisa. Sperma yang dikeluarkannya cukup banyak hingga meluber keluar.

Briptu Lisa hanya dapat pasrah dengan menatap muka Frenk saja. Kemudian Lisa kembali memejamkan mata disaat Frenk bergidik untuk menyemburkan sisa spermanya sebelum akhirnya terkulai lemas di atas tubuh Alisa. Tangis Alisa pun kembali merebak, dia nampak sangat shock. Badan Frenk yang terkulai di atas tubuh Alisa pun terguncang-guncang jadinya karena isakan tangisan dari Alisa.

" Gimana rasanya Bebs..? Nikmat kan..? " ujar Frenk sambil membelai-belai rambut Alisa.

Beberapa saat lamanya Frenk menikmati kecantikan muka Alisa sambil membelai-belai rambut dan muka Alisa yang Bangih merintih-rintih dan menangis itu, sementara Vaginanya Bangih tertancap di dalam lubang vagina Alisa.

" Makanya jangan main-main sama Gue lagi ya Bebs..! " sambung Frenk sambil bangkit dan mencabut Vaginanya dari vagina Alisa.

" Ayo siapa yang mau maju, sekarang gil… " ujar Frenk kapada teman-temannya.

Belum lagi Frenk selesai bicara, Teguh sedari tadi di sampingnya sudah langsung mengambil posisi di depan Alisa yang Bangih lemas terkulai di kursi sofa. Beberapa orang yang tadinya maju kini mereka mundur lagi, karena memang Teguh adalah orang Ke 2 dalam geng ini.

Teguh yang berumur 35 tahun dan berperawakan sedang ini segera melepaskan celana jeans kumalnya, dan kemudian naik ke atas sofa serta berlutut tepat di atas dada Alisa. Vaginanya yang telah membesar dan tidak kalah gaharnya dengan Vagina Frenk kini tepat mengarah di depan muka Alisa. Alisa pun kembali membuang muka sambil memejamkan matanya. Teguh mulai memaksa Alisa untuk mengoral batang Penisnya. Tangannya yang keras segera meraih kepala Alisa dan menghadapkan mukanya ke depan Vaginanya.

Setelah itu kemudian Teguh memaksakan batang Penisnya Banguk ke dalam mulut Alisa hingga Banguk sampai pangkal penis dan sepasang buah zakar bergelantungan di depan bibir Alisa, yang kelagapan karena mulutnya kini disumpal oleh Vagina Teguh yang besar itu. Teguh mulai mengocokkan batang penisnya di dalam mulut Alisa yang megap-megap karena kekurangan oksigen. Dipompanya Vaginanya keluar Banguk dangan cepat hingga buah zakarnya memukul-mukul dagu Alisa.

Bunyi berkecipak karena gesekan bibir Alisa dan batang penis yang sedang dikulumnya tidak dapat dihindarkan lagi. Hal ini membuat Teguh yang sedang mengerjainya makin bernafsu dan makin mempercepat gerakan pinggulnya yang tepat berada di depan muka Alisa. Batang penisnya juga semakin cepat keluar Banguk di mulut Alisa, dan sesekali membuat Alisa tersedak dan ingin muntah.

5 menit lamanya batang penis Teguh sudah dikulumnya dan membuat Alisa makin lemas dan pucat. Akhirnya tubuh Teguh pun mengejan keras dan Teguh menumpahkan spermanya di rongga mulut Alisa. Hal ini membuat Alisa tersetak dan kaget, ingin memuntahkannya keluar Tetapi pegangan tangan Teguh di kepalanya sangat keras sekali, sehingga dengan terpaksa Alisa menelan sebagian besar sperma itu.

" Aaah.., " Teguh pun mendesah lega sambil merebahkan badannya ke samping tubuh Alisa.

Segera Alisa meludah dan mencoba memuntahkan sperma dari rongga mulutnya yang nampak dipenuhi oleh cairan lendir putih itu. Belum lagi menumpahkan semuanya, tiba-tiba badannya sudah ditindih oleh Toni yang dari tadi juga berada di samping.

" Ouuh.., " Alisa mendesah akibat ditimpa oleh tubuh Toni yang ternyata telah telanjang bulat itu.

Kini dengan kasarnya Toni melucuti baju seragam Polwan yang Bangih dikenakan Alisa itu. Tetapi karena Ke 2 tangan Alisa Bangih diikat ke belakang, maka yang terbuka hanya bagian dadanya saja.Setelah itu dengan kasarnya Toni menarik BH yang dikenakan Alisa dan menyembullah Ke 2 buah payudara indah milik Alisa itu. Pemandangan itu segera saja mengundang decak kagum dari para lelaki itu.

" Aah.. udah Bangs.. ampuunn..! " dengan suara yang lemah dan lirih Alisa mencoba untuk meminta belas kasihan dari para pemerkosanya.

Rupanya hal ini tidak membuahkan hasil sama sekali, terbukti Toni dengan rsayasnya langsung melahap Ke 2 bukit kembar payudara Alisa yang montok itu. Diremas-remas, dikulum dan dihisap-hisapnya Ke 2 payudara indah itu hingga warnanya berubah menjadi kemerah-merahan dan mulai membengkak. Setelah puas mengerjai bagian payudara itu, kini Toni mulai akan menyetubuhi Alisa.

" Aaakkhh… " kembali terdengar rintihan Lisa,

Dimana ketika itu Toni telah memasukkan Penisnya di dalam vagina Alisa. Mata Alisa kembali terbelalak, tubuhnya kembali menegang dan mengeras merasakan lubang Vaginanya kembali disumpal oleh batang Penis lelaki pemerkosanya. Tanpa membuang waktu lagi, Toni langsung menggenjot memompakan Vaginanya di dalam Vagina Alisa. Kembali Alisa hanya dapat merintih-rintih seiring dengan irama gerakan persetubuhan itu.

" Aaahh.. aahh.. oohh.. ahh.. ohh..! "

Selang beberapa menit kemudian Toni pun akhirnya berejsayalasi di rahim Alisa. Toni pun juga tumbang menyusul Frenk dan Teguh setelah merasakan kenikmatan berejsayalasi di rahim Alisa. Kini giliran seseorang yang juga tidak kalah bermuka garang, seseorang yang bernama Alex, badannya tegap dan besar serta berotot, kepalanya plontos, kulitnya gelap, penampilannya khas dari daerah timur Indonesia. Usianya sekitar 35 tahun.

Nampak Alex yang agak santai mulai mencopot bajunya satu persatu hingga telanjang bulat, Vaginanya yang belum disunat itu pun sudah mengacung besar sekali. Alisa yang Bangih kepayahan hanya dapat menatap dengan muka yang sendu, seolah airmatanya telah habis terkuras. Kini hanya tinggal senggukan-senggukan kecil yang keluar dari mulutnya, nafasnya Bangih terengah-engah gara-gara digenjot oleh Toni tadi.

Setelah itu dia mendekati Alisa dan menarik tubuhnya dari sofa sampai terjatuh ke lantai. Cengkraman tangannya kuat sekali. Kini dia membalikkan tubuh Alisa hingga telungkup, setelah itu Ke 2 tangan kekarnya memegang pinggul Alisa dan menariknya hingga posisi Alisa kini menungging. Jantung Alisa pun berdebar-debar menanti akan apa yang akan terjadi pada dirinya.

" Aakkhh.. ja.. jangan di situu.., ough..! " tiba-tiba Alisa menjerit keras, matanya terbelalak dan badannya kembali menegang keras.

Ternyata Alex berusaha menanamkan batang Penisnya di lubang anus Alisa. Alex dengan santainya mencoba melesakkan Penisnya perlahan-lahan ke dalam lubang anus Alisa.

" Aaakh.. aahh.. sakit.. ahh..! " Alisa meraung-raung kesakitan, badannya semakin mengejang.

Dan akhirnya Alex bernapas lega disaat seluruh Vaginanya berhasil tertanam di lubang anus Alisa. Kini mulailah dia menyodomi Alisa dengan Ke 2 tangan memeganggi pinggul Alisa. Dia mulai memaju-mundurkan Vaginanya mulai dari irama pelan kemudian kencang sehingga membuat tubuh Alisa tersodok-sodok dengan kencangnya.

" Aahh.. aahh.. aah.. oohh.. sudah… oohh.. ampun.. saakiit.. ooh..! " desah Lisa,

Begitulah rintihan Alisa sampai akhirnya Alex berejsayalasi dan menyemburkan spermanya ke dalam lubang dubur Alisa yang juga telah mengalami pendarahan itu. Akan tetapi belum lagi habis sperma yang dikeluarkan oleh Alex di lubang dubur Alisa, dengan gerakan cepat Alex membalikkan tubuh Alisa yang Bangih mengejan kesakitan hingga telentang. Alex rupanya belum merasakan kepuasan, dan dia tanamkan lagi kejantannya ke dalam lubang vagina Alisa.

" Oouuff.., aahh..! " Alisa kembali merintih saat Vagina Alex menusuk dengan keras lubang vaginanya.

Langsung Alex kembali menggenjot tubuh lemah itu dengan keras dan kasar sampai-sampai membanting-banting tubuh Alisa membentur-bentur lantai.

" Ouh.. oohh.. ohh..! " Alisa merintih-rintih dengan mata terpejam.

Pada khirnya beberapa menit kemudian Alex berejsayalasi kembali, yang kali ini di rongga vagina Alisa. Begitu tubuh Alex ambruk, kini giliran seseorang lagi yang telah antri di belakang untuk menikmati tubuh Polwan yang malang ini.

" Giliran Gue bro, Gue dendam sama yang namanya polisi..! " ujar Adon.

Adon, begitulah orang ini sering dipangil, dia adalah residivis keluaran baru yang baru berusia 19 tahun, Tetapi tidaklah kalah sangar dengan Frenk atau yang lainnya yang telah berusia 32 sampai 45-an tahun itu. Kejahatannya juga tidak kalah seram, terakhir dia sendirian merampok seorang mahasisiwi yang baru pulang kuliah malam dan kemudian memperkosanya.

Adon memungut topi pet Polwan milik Alisa dan mengenakan ke kepala Alisa yang kini seluruh tubuh lemasnya mulai gemetaran akibat menahan rasa sakit dan pedih di selangkangannya itu. Setelah itu tanpa ragu-ragu Adon meBangukkan penisnya langsung menembus vagina Alisa, Tetapi Alisa hanya merintih kecil karena terlalu banyak rasa sakit yang dideritanya. Dan kini seolah semua rasa sakit itu hilang.

Beberapa menit lamanya Adon memompa tubuh Alisa yang lemah itu. Badan Alisa hanya tersentak-sentak lemah seperti seonggokan daging tanpa tulang. Akhirnya kembali rahim Alisa yang nampak kepayahan itu dibanjiri lagi oleh sperma. Setelah Adon sebagai orang ke 5 yang memperkosa Alisa tadi, kini 4 orang yang lainnya mulai mendekat.

Mereka adalah anggota muda dari geng ini, usia mereka juga Bangih muda. Ada yang baru berusia 16 tahun dan ada pula yang berusia 18 tahun. Tetapi penampilan mereka tidak kalah seram dengan para seniornya, aksi mereka ber 4 beberapa hari yang lalu adalah memperkosa seorang gadis cantik berusia 16 tahun, siswi SMK yang baru pulang sekolah.

Gadis cantik yang juga berprofesi sebagai foto model pada sebuah majalah remaja itu mereka culik dan mereka gilir ramai-ramai di sebuah rumah kosong sampai pingsan. Tidak lupa setelah mereka puas, mereka pun menjarah dompet, HP, jam tangan serta kalung milik sang gadis malang tadi.

Rata-rata dari mereka yang dari tadi hanya menjadi penonton sudah tidak dapat menahan nafsu, dan mulailah mereka menyetubuhi Alisa satu persatu. Dibuatnya tubuh Polwan itu menjadi mainan mereka. Orang keenam yang menyetubuhi Alisa berejsayalasi di rahim Alisa. Tetapi pada saat orang ke tujuh yang memilih untuk menyodomi Alisa, tiba-tiba Alisa yang telah kepayahan tadi pingsan.

Setelah orang ketujuh tadi berejsayalasi di lubang dubur Alisa, kini orang ke delapan dan ke 9 berpesta di tubuh Alisa yang telah pingsan itu, mereka Banging-Banging menyemprotkan sperma mereka di rahim dan muka Alisa serta ada juga yang berejsayalasi di mulut Alisa.

Setelah ke 4 orang tadi puas, rupanya penderitan Alisa belumlah usai. Frenk dan Alex kembali bangkit dan mereka satu persatu kembali meyetubuhi tubuh Alisa dan sperma mereka ber 2 kembali tumpah di rahimnya. Kini semuanya telah menikmati tubuh Briptu Alisa sang Polwan yang cantik itu.

Tidak terasa waktu telah menunjukkan pukul 4 pagi, para anggota muda itu diperintah Frenk untuk melepas tali yang dari tadi mengikat tangan Alisa. Kemudian mereka disuruh mengenakan dan merapikan seluruh seragam Polwan ke tubuh Alisa, hingga akhirnya Alisa komplit kembali mengenakan seragam Polwannya walau dalam keadaan pingsan.

Setelah itu Frenk, Alex dan Toni menggotong tubuh Alisa ke mobil yang digunakan untuk menculik alisa tadi. Mereka membawa tubuh Alisa kembali ke tempat diambil tadi malam. Tetapi selama dalam perjalanan, tiba-tiba nafsu Toni kembali bangkit, dia pun mengambil kes4an terakhir ini untuk kembali memperkosa tubuh Alisa sebanyak 2 kali. Dia akhirnya berejsayalasi di mulut dan di rahim Alisa beberapa meter sebelum sampai pada tujuan. Frenk dan Alex yang duduk di depan hanya dapat memaklumi, karena nafsu Sek Toni memang besar sekali.

Setelah baju seragam Polwan Alisa dirapikan kembali, tubuh lunglai Briptu Alisa dicampakkan begitu saja di pinggir jalan yang sepi di tempat dimana Alisa tadi diciduk. Tanpa diketahui oleh Frenk dan Alex, Toni diam-diam rupanya menyimpan CD ( celana dalam ) berwarna putih milik Alisa, dan menjadikannya sebagai kenang-kenangan.

Setelah itu mereka pun meluncur ke rumah kosong tadi untuk menjemput kawanan geng mereka yang berada di sana. Kemudian mereka semua langsung meluncur menuju ke pelabuhan guna menumpang sebuah kapal barang untuk melakukan perjalanan jauh. Mereka pun berharap pada saat polisi mulai melacak keberadaan mereka, mereka sudah tenang dalam pelayaran menuju ke suatu pulau di wilayah timur Indonesia. Sungguh malang sekali Powan Alisa. Mungkin untuk menegakan kebenaran butuh pengorbanan. Selesai.