novelsex dewasa berselingkuh dengan teman suami ku

Kategory : Cerita Dewasa Selingkuh, cerita selingkuh paling hot, cerita sex terbaru, cerita ngesex selingkuh, cerita hypersex, cerita tante hypersex.
Cerita Dewasa Selingkuh, cerita selingkuh paling hot, cerita sex terbaru, cerita ngesex selingkuh, cerita hypersex, cerita tante hypersex kisah sebelumnya: Menjadi Incaran Para Tante Girang


Cerita Dewasa Selingkuh Dengan Teman SuamikuCerita Dewasa Selingkuh | Hai para pembaca perkenalkan namaku Ayu, aku wanita umur 27 tahun kata orang tubuhku proposional dari tinggiku 170 cm dan berat badanku 56 kg serta ukuran payudaraku 34B didukung dengan wajah cantik dan berkulit putih.

Apalgi aku dulu sering jadi SPG dalam acara pameran mobil jadi bisa dibayangkan secara singkat tentang diskripsiku ya.

Sekarang aku sudah mempunyai suami namanya Budi umurnya lebih tua dari aku 2 tahun, sementara ditahun ini kami memang sepakat untuk menunda momongan dulu, kalau masalah seks kehidupan kami baik-baik saja, Suamiku bisa dibilang Hypersex, malah bisa jadi dalam sehari minta jatah 3 kali sama aku.

Dan cerita ini berawal dari kesuksesan suamiku "Budi" bekerja di kantornya yg mendapat kepercayaan dari sang atasan yang sangat baik. Kepercayaan ini membuat dia sering harus bekerja overtime, pada awalnya aku bisa menerima semua itu tetapi kelamaan kebutuhan sex ini harus dipenuhi juga dan itulah yg membuat kami sering bertengkar.

Dan mulai dari cerita ini ketika Budi mendapat tanggung jawab untuk menangani suatu proyek dan dia dibantu oleh rekan kerjanya dari luar kota. Pertama diperkenalkanya bernama Faiz, yg langsung aku terkesima melihat wajah tampannya, hal itu membuatku risih.

Faiz cukup tampan kekar. Karena tuntutan pekerjaan dan efisiensi, kantor Budi memutuskan agar Faiz tinggal di rumah kami utk sementara. Dan memang mereka berdua sering bekerja hingga larut malam di rumah kami.

Kamar Faiz persis di seberang kamar kami. Sering di malam hari aku berpamitan tidur matanya yang nakal suka mencuri pandang diantara sela-sela baju tidur yang aku kenakan. Aku memang senang tidur bertelanjang agar jika Budi datang bisa langsung bercinta.

Pernah suatu saat ketika pagi hari aku dan Budi bercinta di dapur waktu masih pagi hari sekali dengan posisiku duduk di meja dan Budi dari depan, tiba-tiba Faiz muncul dan melihat kami, dia menempelkan telunjuk dimulutnya agar aku tidak menghentikan kegiatan kami, karena kami sedang dalam puncaknya dan Budi yang membelakangi Faiz dan aku juga tidak tega menghentikan Budi.

Akhirnya ku biarkan Faiz melihat kami sedang bercinta tanpa Budi sadari hingga kami berdua orgasme. Dan aku tahu Faiz melihat tubuh telanjangku ketika Budi melepaskan penisnya dan terjongkok di bawah meja.

Setelah kejadian itu Faiz lebih sering memperhatikan tiap lekuk tubuhku. Sampai suatu waktu ketika pekerjaan Budi benar2 banyak dan sibuk sehingga hampir seminggu dia tidak menyentuhku. Di hari sabtu kantor tempat Budi bekerja mengadakan pesta dinner.

Kami datang bertiga malam itu. ketika acara sangat ramai tiba-tiba suamiku dipanggil oleh atasannya. Budi berkata padaku untuk menunggu sebentar, sambil menunggu aku ke lantai 2 untuk melihat barang2 antik, di lantai tersebut ternyata keadaan cukup sepi hanya tersisa 2-3 orang yg melihat-lihat di ruangan yg besar itu.

Tanpa ku sadari di sampingku sudah berada Faiz .

“Udah nanti kacanya pecah loh..cakep deh..!”, canda Faiz

“Ah bisa aja kamu Faiz”,balasku tersipu.

Setelah berbincang2 di depan cermin cukup lama Faiz meminta tolong dipegangkan gelasnya sehingga kedua tanganku memegang gelasnya dan gelasku.

“Aku bisa membuat kamu tampak lebih seksi”,katanya sambil langsung memegang rambutku yang tergerai dengan sangat lembut.

Tanpa bisa mengelak dia telah menggulung rambutku sehingga menampak leherku yang jenjang dan mulus dan terus terang aku seperti terpesona oleh keadaan diriku yang seperti itu. dan memang benar terlihat lebih seksi dari suamiku.

Dan saat terpesona itu tiba-tiba tangan Faiz meraba leherku dan membuatku geli dan detik berikutnya Faiz telah menempelkan bibirnya di leher belakangku, daerah yg paling sensitif membuatku terangsang.

“Faiz apa yg kamu lakukan... lepaskan aku Faiz..lepaskan..!”,rontaku tapi Faiz tahu aku ngak akan berteriak di suasana ini karena akan mempermalukan semua orang.

Faiz terus menyerang buah dadaku dari luar dan terus menciumi leherku, sambil meronta-ronta aku merasakan gairah yg meningkat, apalagi saat tiba-tiba tangan Faiz mulai meraba belahan bawah gaunku.


“Faiz..  hentikan Faiz aku mohon..tolong Faiz..jangan lakukan ini.”,rintihku, tapi Faiz terus menyerang dan jari tengah tangannya sampai di bibir vaginaku yg ternyata telah basah karena serangan itu.

Dia menyadari kalau aku hanya mengenakan G-string dengan kaitan di pinggirnya, lalu dengan sekali sentakan dia menariknya dan terlepaslah G-stringku itu.

Ketika Faiz sudah semakin liar terhadap tubuhku dan akupun ngak dapat melepaskan tangannya yg mengorek-ngorek vaginaku, tiba-tiba terdengar suara Budi "suamiku" memanggil dari pinggir tangga yang membuat pegangan Faiz terlepas

Lalu aku langsung lari sambil merapikan pakaian ku menuju Budi yang tidak melihat kami bercumbu.

Aku sungguh terkejut dengan kejadian itu tapi tanpa disadari aku merasakan gairah yang cukup tinggi, karena merasakan tantangan melakukan di tempat umum walaupun dalam kategori diperkosa.

Ternyata pesta malam itu berlangsung hingga larut malam dan Budi mengatakan dia harus melakukan meeting dengan atasannya dan dia memutuskan aku untuk pulang bersama Faiz.

Tanpa bisa menolak akhirnya malam itu aku diantar Faiz, diperjalanan dia hanya mengakatakan

“Maaf Ayu..tadi aku sempat silap, tetapi kamu sungguh cantik malam ini.” Sepanjang jalan kami tidak berbicara banyak. Hingga sampai dirumah aku langsung masuk ke dalam kamar dan menelungkupkan diri di kasur, karena aku merasakan rasa malu.

Tanpa sadar ternyata Faiz telah mengunci semua pintu dan masuk ke dalam kamarku, aku terkejut ketika mendengar suaranya’,

“Ayu aku ingin mengembalikan ini”‘ katanya sambil menyerahkan G-stringku berdiri dengan celana pendek saja, dengan berdiri aku ambil G-stringku dengan cepat, tapi saat itu juga Faiz telah menyergapku lagi dan langsung menciumiku sambil langsung menarik kaitan gaunku, maka menjadi telanjanglah aku diahadapannya.

Tanpa menunggu banyak waktu aku langsung dijatuhkan di tempat tidur dan dia langsung menindihku.

Aku meronta-ronta sambil menendang-nendang?

”Faizz..lepaskan aku Faiz..ingat kau teman suamiku Faiz..jangan..ahh..aku mohon”, jeritku pura-pura ditengah rasa bingung antara nafsu dan malu, tapi Faiz terus menekan hingga aku berteriak saat penisnya menyeruak masuk ke dalam vaginaku, ternyata dia sudah siap dengan hanya memakai celana pendek saja tanpa celana dalam.

“Ahhhhh...?Faizz..kau..’ Lalu mulailah dia memompaku dan lepaslah perlawananku saat itu, akhirnya aku hanya bisa menutup mata sambil merasakan rasa kenikmatan kontolnya

Plok...Plok...Plok...aku mendengar suara penisnya yang besar keluar masuk di dalam vaginaku yang sudah sangat basah hingga memudahkan penisnya bergerak.

Lama sekali dia memompaku dan aku hanya terbaring mendengar desah nafasnya di telingaku, tak berdayanya aku walaupun dalam hati menikmatinya. Sampai kurang lebih satu jam aku akhirnya melenguh panjang

“Ahhhhhh... Hmmmm...” ternyata aku orgasme terlebih dahulu, sungguh aku sangat malu mengalami pemerkosaan yg aku nikmati.

Beberapa menit kemudian Faiz mempercepat pompaannya dengan menyusul suaranya di telingaku “Ouhhhh... Aaaaah...Hhhmmm..” aku merasakan vaginaku penuh dengan cairan kental dan hangat disekitar dalam lubang memekku.

“Maaf Ayu aku tak kuat menahan nafsuku..”bisiknya pelan-pelan di telingaku dan aku hanya berkata "yang udah terjadi lupakan saja Faiz, yg penting kita sama-sama merasakan kenikmatan" ucapku mengakhiri permainan malam itu.